PASURUAN, Seputarperistiwanews.com — Sebanyak 495.000 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat di wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Pasuruan. Pendistribusian dilakukan oleh PMI Kabupaten Pasuruan bekerja sama dengan PMI Provinsi Jawa Timur untuk tangki airnya. Pendistribusian air bersih dilaksanakan mulai 28 Juli hingga 3 September 2026.
Bantuan air bersih tersebut menyasar dua wilayah, yakni Desa Kedungrejo, Kecamatan Winongan, dengan total 255.000 liter, serta Desa Sibon, Kecamatan Pasrepan, sebanyak 240.000 liter.
Penyaluran dilakukan secara bertahap untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih untuk keperluan sehari-hari di tengah kondisi kekeringan.
Bagi warga, keberadaan bantuan air bersih menjadi penting ketika sumber air yang biasa digunakan mulai sulit memenuhi kebutuhan. Kondisi tersebut dirasakan Maulita, salah satu warga penerima manfaat.
“Kalau tidak ada air bersih, kami biasanya mengambil air dari sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisinya pun terkadang agak berbau, sehingga tidak nyaman digunakan. Adanya bantuan air bersih dari PMI ini sangat membantu kami, terutama untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Maulita.
Ketua PMI Kabupaten Pasuruan, H. Agus Sutiadji, S.H., M.Si., mengatakan PMI akan terus berupaya hadir membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“PMI Kabupaten Pasuruan akan terus berupaya membantu masyarakat yang kekurangan air bersih dan terus memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan pelayanan kemanusiaan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Menurut Agus, penyaluran air bersih merupakan bagian dari komitmen PMI untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak kekeringan. Melalui kerja sama dengan PMI Provinsi Jawa Timur dan koordinasi berbagai pihak, PMI terus berupaya memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Upaya tersebut menjadi wujud komitmen PMI dalam memberikan pelayanan kemanusiaan sekaligus merespons kebutuhan masyarakat secara langsung, terutama bagi warga yang menghadapi keterbatasan akses air bersih akibat kondisi kekeringan. (Hafiidh)

