"Srikandi Penyelamat Bumi , aksi nyata perempuan untuk konservasi air di Bojonegoro"

Bojonegoro, Seputarperistiwanews.com – Memperkuat peran strategis perempuan dalam pelestarian lingkungan, puluhan anggota Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dari empat desa di Kabupaten Bojonegoro mengikuti Kampanye Gerakan Konservasi Air melalui Biopori Berbasis Penguatan Kelompok Perempuan.

Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme di Hotel Grand Joglo, Kalitidu, pada Kamis (6/8).

Para peserta yang hadir merupakan perwakilan TP PKK dari Desa Leran dan Desa Wotanngare (Kecamatan Kalitidu), Desa Sedahkidul (Kecamatan Purwosari), serta Desa Kendung (Kecamatan Padangan). Program edukasi dan aksi lingkungan ini diselenggarakan oleh Yayasan Sikas Bhakti Nusantara dengan dukungan penuh dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Gerakan ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif kaum perempuan, khususnya para ibu rumah tangga, dalam menjaga ketersediaan air bersih dan mengelola sampah organik secara mandiri. 

Pemanfaatan lubang resapan biopori dijadikan sebagai solusi praktis yang dapat dengan mudah diterapkan langsung di lingkungan pekarangan rumah.

Manajer Program Yayasan Sikas Bhakti Nusantara, Ali Abidin, menegaskan bahwa posisi perempuan sangat krusial dalam pengelolaan air serta pendidikan lingkungan di tingkat keluarga. Menurutnya, ibu merupakan sosok yang paling memahami kebutuhan air rumah tangga sekaligus menjadi pendidik utama bagi anak-anak dalam menanamkan kesadaran menjaga alam.

Dalam sesi materi, Dian Martha dari Mata Air Foundation memaparkan keunggulan teknis serta nilai ekologis pembuatan biopori yang ramah biaya dan sederhana. Ia menjelaskan bahwa memanfaatkan sampah organik ke dalam lubang biopori tidak hanya efektif menabung air tanah, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan masa depan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi, di mana para kader aktif berbagi pengalaman mengenai praktik biopori yang telah berjalan di desa masing-masing. Diskusi tersebut juga menghasilkan rencana aksi nyata untuk menambah jumlah titik lubang biopori baru di kawasan permukiman mereka.

Sebagai puncak acara, seluruh peserta secara resmi membentuk dan mengikrarkan komunitas lingkungan hidup bernama Srikandi Penyelamat Bumi. Melalui wadah ini, para anggota TP PKK berkomitmen untuk terus mengawal dan memperluas gerakan pembuatan biopori secara berkesinambungan di wilayah mereka. (Hafiidh)

Lebih baru Lebih lama