BOJONEGORO, Seputarperistiwanrws.com – Komitmen memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Di tengah berlangsungnya Pelatihan Pemetaan Risiko Program SIAP SIAGA yang berkolaborasi dengan Australian Red Cross, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah hadir langsung memberikan motivasi kepada seluruh peserta, sekaligus menegaskan pentingnya peran relawan desa dalam mitigasi bencana.
Pelatihan yang digelar di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pelayanan kebencanaan berbasis masyarakat. Kegiatan diikuti para anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) yang dipersiapkan menjadi garda terdepan dalam mengurangi risiko bencana di tingkat desa.
Dalam kunjungannya, Wakil Bupati Nurul Azizah didampingi Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro Ninik Susmiati meninjau langsung jalannya pelatihan sekaligus berdialog dengan para peserta.
Nurul Azizah berharap seluruh anggota SIBAT mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan untuk mendukung pemerintah desa dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana.
"Keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting dalam meminimalisir risiko bencana. Saya menyambut baik pelatihan dan Program SIAP SIAGA sebagai langkah strategis untuk membantu pemerintah mengantisipasi munculnya bencana sekaligus mengurangi dampak yang ditimbulkan. Kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan pelibatan seluruh komponen masyarakat merupakan faktor utama dalam membangun ketangguhan daerah," tegasnya.
Menurutnya, ancaman bencana tidak dapat ditangani hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar setiap desa memiliki kemampuan melakukan deteksi dini, pemetaan risiko, hingga penanganan awal ketika bencana terjadi.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro Ninik Susmiati menjelaskan bahwa SIBAT merupakan bagian penting dari relawan PMI yang memiliki peran strategis dalam penanggulangan dan penanganan bencana berbasis masyarakat.
"Semoga melalui pelatihan ini seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lingkungan masyarakat, khususnya di Desa Sumbangtimun dan Desa Mulyorejo, sehingga masyarakat semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana," ujarnya.
Pantauan awak media di lokasi menunjukkan pelaksanaan Pelatihan SIAP SIAGA mendapat perhatian luas dari berbagai pemangku kepentingan. Selain dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro dan Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro, kegiatan tersebut juga dipantau langsung oleh perwakilan Australian Red Cross, PMI Pusat, PMI Provinsi Jawa Timur, serta jajaran pengurus PMI Kabupaten Bojonegoro.
Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bukti nyata bahwa penguatan kapasitas masyarakat melalui Program SIAP SIAGA merupakan langkah strategis dalam membangun desa yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi ancaman bencana di wilayah Kabupaten Bojonegoro. (Hafiidh)

