Pasuruan, Seputarperistiwanews.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasuruan terus memperkuat budaya kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi kepalangmerahan. Kali ini, PMI memberikan materi Pertolongan Pertama (PP) kepada kader Fatayat NU Cabang Bangil dalam kegiatan yang digelar di Gedung MWCNU Prigen, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (11/7/2026).
Pelatihan yang berlangsung pukul 16.00 hingga 18.00 WIB tersebut menghadirkan dua instruktur dari PMI Kabupaten Pasuruan, yakni A. Syauqil Adib dan Rifian Rosandy. Keduanya membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar yang dibutuhkan untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban sebelum mendapatkan penanganan medis.
Materi yang disampaikan meliputi prinsip-prinsip dasar pertolongan pertama, teknik penilaian kondisi korban, penanganan cedera ringan, hingga langkah-langkah menghadapi kondisi kegawatdaruratan secara cepat, tepat, dan aman.
Pengurus PMI Kabupaten Pasuruan, A. Syauqil Adib, menegaskan bahwa kemampuan memberikan pertolongan pertama merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dimiliki setiap individu, terutama kader organisasi kemasyarakatan yang aktif berinteraksi dengan masyarakat.
"Melalui kegiatan ini kami berharap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan tindakan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan aman. Penanganan awal yang benar dapat membantu mengurangi risiko cedera yang lebih berat sekaligus meningkatkan peluang keselamatan korban sebelum petugas medis tiba," ujarnya.
Menurutnya, edukasi kepalangmerahan menjadi salah satu program berkelanjutan PMI Kabupaten Pasuruan dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi berbagai situasi darurat. Dengan semakin banyak warga yang memahami teknik pertolongan pertama, peluang penyelamatan korban pada saat-saat kritis akan semakin besar.
PMI Kabupaten Pasuruan juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan pelatihan kepada berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, hingga organisasi perempuan, sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli dan kesiapsiagaan di tengah masyarakat.
Melalui sinergi bersama Fatayat NU Cabang Bangil, diharapkan lahir lebih banyak kader yang mampu menjadi penolong pertama di lingkungan masing-masing ketika terjadi kecelakaan maupun keadaan darurat, sehingga dapat memberikan tindakan awal yang benar sebelum korban mendapatkan pelayanan medis lanjutan. (Hafiidh)

