Tanpa Papan Nama, Diduga Proyek Box Culvert Bermasalah

Picu Pemadaman Listrik serta Kebocoran PDAM di Kendangsari Surabaya


SURABAYA, Seputarperistiwanews.com – Sebuah proyek pembangunan Box Culvert di Jalan Raya Kendangsari, RW 02/RT 01, Surabaya, menuai sorotan warga. Proyek tersebut diduga dikerjakan tanpa keterbukaan informasi kepada lingkungan sekitar dan tanpa memasang papan nama proyek, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai legalitas maupun prosedur pelaksanaannya.

Insiden yang terjadi pada Jumat (26/6/2026) dini hari itu berdampak langsung terhadap kenyamanan masyarakat. Dalam proses pengerjaan proyek, diduga terjadi kelalaian yang menyebabkan terganggunya jaringan listrik hingga mengakibatkan pemadaman total di kawasan permukiman.

Berdasarkan keterangan warga, aliran listrik padam sejak pukul 02.45 WIB dan baru kembali normal sekitar pukul 06.12 WIB. Kondisi tersebut menghambat berbagai aktivitas masyarakat pada dini hari hingga pagi.

Tak hanya itu, proyek tersebut juga diduga mengakibatkan kebocoran pipa milik PDAM, sehingga air menggenangi area pekerjaan dan sebagian badan jalan. Genangan tersebut dinilai semakin memperburuk kondisi di sekitar lokasi proyek.

Yang menjadi perhatian publik, hingga berita ini diterbitkan tidak terlihat adanya papan nama proyek yang semestinya memuat identitas pekerjaan, pelaksana, nilai proyek, maupun instansi penanggung jawab. Ketiadaan papan informasi tersebut memicu tanda tanya dari warga mengenai transparansi pelaksanaan proyek.

Lebih lanjut, pihak lingkungan setempat mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan pembangunan tersebut. Saat dikonfirmasi, pengurus RW menyatakan tidak pernah menerima surat pemberitahuan maupun pemberitahuan resmi terkait rencana pelaksanaan proyek.

"Kami tidak pernah diberi pemberitahuan ataupun menerima surat terkait adanya pekerjaan ini," ungkap pihak RW setempat.

Pernyataan tersebut memunculkan dugaan bahwa pelaksanaan proyek belum melalui koordinasi yang semestinya dengan lingkungan sekitar, terlebih lokasi pekerjaan berada di kawasan permukiman padat penduduk.

Warga berharap instansi terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap proyek tersebut, termasuk menelusuri status perizinan, prosedur pelaksanaan, serta penyebab terjadinya pemadaman listrik dan kebocoran saluran PDAM.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi berwenang mengenai penyebab pasti insiden tersebut maupun status legalitas proyek. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi sebagai bentuk keberimbangan pemberitaan dan akan memuat hak jawab apabila telah diterima. (Prass)

Lebih baru Lebih lama