Tak Diakui Darah Dagingnya, MF (54) Akhirnya Berpulang, Ketua GMPK Antar hingga Rumah Duka

PASURUAN, Seputarperistiwanews.com – MF (54), asal Desa Tenggilisrejo Kecamatan Gondangwetan, pasien yang sebelumnya dikabarkan terlantar dan mengaku tak lagi diakui oleh darah dagingnya, akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan. Ketua GMPK Pasuruan Raya turut mengantar hingga rumah duka.

Perjuangan hidup MF (54), pria yang sebelumnya menjadi sorotan publik karena kondisi sakitnya dan mengaku tidak mendapat perhatian dari keluarga kandungnya, akhirnya berakhir. Pada Sabtu (27/6/2026), MF dikabarkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis.

Kepergian MF menyisakan duka mendalam bagi banyak pihak yang selama ini mengikuti perjalanan hidupnya, termasuk Ketua GMPK Pasuruan Raya, Lilis Johan, yang sejak awal turut mendampingi proses penanganan almarhum.

Lilis Johan mengungkapkan bahwa sejak pertama kali menerima informasi mengenai kondisi MF, dirinya langsung bergerak melakukan evakuasi dan menjemput MF agar segera mendapatkan penanganan medis yang layak. Tidak hanya itu, selama menjalani perawatan di rumah sakit, Lilis bersama rekan-rekannya terus memberikan pendampingan dan perhatian kepada MF.

Bahkan, hingga detik-detik terakhir, Lilis tetap mendampingi proses pemulangan jenazah dan mengantarkan almarhum ke rumah duka di Desa Tenggilisrejo, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

"Saya merasa sangat kehilangan. Sejak awal saya hanya ingin beliau mendapatkan perawatan yang layak. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin sesuai kemampuan yang kami miliki. Namun, Allah telah menentukan jalan terbaik bagi beliau," ujar Lilis Johan dengan nada sedih.

Sebelumnya, kondisi MF menjadi perhatian publik setelah beredar informasi bahwa ia menjalani perawatan tanpa pendampingan keluarga. Dalam berbagai kesempatan, MF mengaku merasa tidak lagi diakui oleh darah dagingnya sendiri. Pernyataan tersebut merupakan pengakuan almarhum dan hingga berita ini ditulis belum diperoleh keterangan dari pihak keluarga untuk memberikan tanggapan.

Kepergian MF menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama tidak selalu lahir dari hubungan darah. Dalam masa-masa sulitnya, masih ada pihak-pihak yang menunjukkan empati dan kemanusiaan hingga mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Semoga almarhum MF memperoleh ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Sementara bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.

(Lis-ARYA)

Lebih baru Lebih lama