PASURUAN, Seputarperistiwanews.com – Dalam upaya menekan angka fatalitas kecelakaan di kalangan remaja, Satlantas Polres Pasuruan kembali menggencarkan program inovatif bertajuk "Helm On". Kali ini, kegiatan edukasi keselamatan berkendara tersebut dilaksanakan di SMKN 1 Gempol, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional, Senin (11/5).
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara pihak kepolisian dengan MPM Distributor Surabaya guna mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Pasuruan.
Rangkaian acara diawali dengan upacara bendera pagi hari, di mana Ipda Arie Setyo Nugroho, SH bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, Ipda Arie menekankan pentingnya karakter disiplin sejak dini, terutama dalam mematuhi aturan lalu lintas. Program Helm On sendiri memiliki pendekatan yang unik. Petugas secara acak dan tersembunyi mengambil foto para siswa saat di jalan raya. Siswa yang tertangkap kamera konsisten menggunakan helm dengan benar akan terpilih sebagai sosok pelopor.
"Gerakan ini adalah ajakan sederhana namun bermakna. Kami memantau secara random di jalan untuk melihat siapa yang benar-benar peduli pada keselamatannya sendiri sebagai contoh bagi siswa-siswi lainnya," ujar Ipda Arie.
Dalam kesempatan tersebut, dua orang siswa SMKN 1 Gempol, Daffa Wikrama dan Erick Firmansyah, dipanggil ke depan barisan. Keduanya terpilih menjadi pelopor keselamatan karena kedisiplinan mereka dalam menggunakan helm saat berkendara menuju sekolah.
Sebagai bentuk apresiasi, Satlantas Polres Pasuruan bersama MPM Distributor Surabaya memberikan penghargaan berupa Helm baru standar SNI dan Piagam penghargaan sebagai Pelopor Keselamatan. Pemberian penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa SMKN 1 Gempol agar selalu tertib berlalu lintas. Dalam Program ini Satlantas Polres Pasuruan Bersama MPM Distibutor Surabaya memasangkan Banner di lingkungan sekolah dan jalan raya depan SMKN 1 Gempol. Pihak Satlantas menegaskan bahwa penggunaan helm bukan sekadar untuk menghindari tilang, melainkan kebutuhan utama untuk melindungi diri dan mengurangi risiko fatalitas jika terjadi kecelakaan di jalan raya.
Humas - ARYA

