Pasuruan, Seputarperistiwanews.com - Program pemberdayaan ternak sapi yang dijalankan LAZISMU Kabupaten Pasuruan bersama dukungan BPKH RI di Dusun Gesing menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Kamis (16/4)
Awalnya hanya 10 ekor sapi, kini populasinya meningkat menjadi 23 ekor atau tumbuh 130 persen. Pertumbuhan ini diperkuat dengan kelahiran 13 ekor anak sapi. Sebanyak 7 ekor di antaranya telah dijual, dan hasilnya dimanfaatkan warga untuk biaya pendidikan serta kebutuhan sehari-hari.
Capaian tersebut mengantarkan program ini meraih penghargaan LAZISMU Awards 2025 sebagai Program Kemitraan Terbaik.
Keberhasilan ini tidak lepas dari pembinaan dan pendampingan yang dilakukan secara konsisten kepada kelompok ternak. Dampaknya terlihat jelas pada peningkatan populasi dan pengelolaan ternak yang semakin baik.
Ke depan, kelompok ternak Dusun Gesing akan diarahkan menuju sistem peternakan terpadu. Mulai dari produksi pakan mandiri, penggemukan sapi, hingga pemanfaatan limbah ternak.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah pengolahan kotoran sapi menjadi biogas yang akan dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik bagi warga.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, tetapi juga mendorong kemandirian serta keberlanjutan lingkungan berbasis potensi lokal. (Reza)


