Pasuruan, Seputarperistiwanews com – Curah hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah hulu Pandaan–Prigen selama beberapa jam memicu banjir besar di wilayah hilir, pada Selasa 24 Maret 2026, khususnya Kecamatan Bangil. Sedikitnya tujuh desa/kelurahan terdampak cukup parah, sementara jalur utama provinsi mengalami genangan hingga menyebabkan kelumpuhan arus lalu lintas.
Wilayah terdampak meliputi Kauman, Latek, Masangan, Manaruwi, Kalirejo, Kalianyar, dan Tambakan. Air yang datang secara cepat dari daerah hulu menyebabkan peningkatan debit secara signifikan, merendam permukiman warga serta akses jalan vital.
Respons cepat ditunjukkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur terkait. Camat Bangil, Eddy Santoso, S.E., M.M., turun langsung ke lapangan dan hadir di shelter BPBD yang berada di Kelurahan Kalirejo. Dalam penanganan darurat tersebut, ia didampingi, Lurah Kalianyar, Lutfianti, S.E., yang turut aktif memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.
BPBD menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji dan biskuit kepada warga terdampak. Sementara itu, Dinas Sosial (Dinsos) juga mengirimkan suplai bantuan dengan total 130 paket, yang didistribusikan sebagai berikut:
Kalianyar: 50 paket
Tambakan: 50 paket
Latek: 6 paket
Manaruwi: 6 paket
Masangan: 6 paket
Kauman: 6 paket
Kalirejo: 6 paket
Selain itu, BPBD juga berencanaj akan menyediakan kebutuhan dapur umum (DU) pada Rabu 25 Maret 2026, untuk mendukung konsumsi warga terdampak, meliputi:
Lauk pauk: 20 paket
Makanan siap saji: 10 paket
Tambahan gizi: 20 paket
Lutfianti secara langsung memimpin distribusi bantuan tersebut kepada warga di wilayahnya, memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Kondisi di lapangan hingga saat ini masih dalam penanganan intensif. Petugas gabungan terus melakukan pemantauan debit air, evakuasi warga, serta normalisasi jalur yang terdampak genangan. Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi di wilayah hulu.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan serius akan pentingnya mitigasi bencana terpadu antara wilayah hulu dan hilir guna meminimalisir dampak banjir di masa mendatang.
ARYA



