Tanggung Jawab di Garis Depan, Lutfianti Turun Langsung, Dapur Umum Shelter BPBD Bergerak Cepat Layani Korban Banjir

Pasuruan, Seputarperistiwanews.com – Ujian kepemimpinan hadir tanpa jeda. Banjir yang mengepung wilayah Kalianyar, Kalirejo, dan Tambakan pada Senin sore, 23 Februari 2026, menjadi momentum pembuktian respons cepat pemerintah kelurahan. Di tengah genangan yang meluas, Lutfianti, SE., Lurah Kalianyar, sejak sore memilih berada di garis terdepan turun langsung memantau sekaligus membantu proses penyiapan logistik di dapur umum Shelter Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang baru saja diresmikan.

Shelter yang berlokasi di Kalirejo itu untuk kali pertama difungsikan dalam kondisi darurat. Bangunan yang sebelumnya diproyeksikan sebagai pusat kesiapsiagaan kini diuji dalam situasi nyata. Malam itu, dapur umum berubah menjadi pusat aktivitas tanpa henti. Asap mengepul dari tungku-tungku besar, relawan bergerak cepat mengemas nasi bungkus, sementara armada distribusi disiapkan untuk menjangkau wilayah terdampak.

Lutfianti tidak sekedar memberi arahan. Ia memastikan ketersediaan bahan pangan, mengawasi proses pengemasan, hingga mengecek kesiapan jalur distribusi. Kehadirannya di tengah relawan menjadi pesan tegas bahwa kepemimpinan dalam situasi krisis menuntut aksi, bukan sekadar koordinasi administratif.

“Alhamdulillah, adanya Shelter BPBD ini sangat memudahkan kita dalam penanggulangan bencana banjir, khususnya untuk wilayah Kalianyar, Kalirejo, dan Tambakan. Penanganan menjadi lebih terpusat dan efektif,” ujarnya.

Pernyataan itu merefleksikan perubahan signifikan dalam sistem respons. Sebelum shelter difungsikan, koordinasi bantuan kerap terhambat oleh titik distribusi yang terpencar. Kini, pengolahan logistik, penyimpanan bantuan, hingga penyaluran kepada warga terdampak dapat dikendalikan dari satu pusat komando.

Diperkirakan seribu nasi bungkus disiapkan dalam waktu singkat. Distribusi dilakukan bertahap dan terukur. Untuk wilayah Tambakan, sebanyak 400 bungkus nasi didistribusikan pada pukul 22.00 WIB. 

Sementara di Kalianyar, 250 bungkus nasi telah disalurkan lebih awal pada pukul 21.20 WIB, dan 182 bungkus di distribusikan pukul 23.00 WIB, dengan total bantuan distribusi 832 nasi bungkus telah diberikan. Penyaluran difokuskan ke titik-titik genangan yang masih sulit diakses, memastikan warga yang bertahan di rumah terendam tetap memperoleh bantuan tepat waktu.

Shelter BPBD kini bukan lagi simbol kesiapan di atas kertas. Ia telah berfungsi sebagai pusat respons cepat dan ruang konsolidasi—tempat pemerintah kelurahan, BPBD, dan relawan menyatukan langkah dalam satu komando.

Di tengah tekanan bencana, kehadiran pemimpin di lokasi krisis mempertegas makna tanggung jawab publik. Dengan sistem yang semakin terpusat dan kolaborasi yang solid, penanganan banjir di Kalianyar dan sekitarnya bergerak menuju pola yang lebih tanggap, terukur, dan berpihak pada kebutuhan warga.


ARYA

Lebih baru Lebih lama