Perusahaan Sarang Walet Milik WNA Cina di Lomaer Bangkalan Usir Wartawan! Janji Gaji Tak Sesuai, Keributan Pecah

Lomaer, Bangkalan | Seputarperistiwanews.com - Perusahaan sarang burung walet milik warga negara asing (WNA) asal Cina yang beroperasi di Desa Lomaer, Dusun Pancor, Kabupaten Bangkalan, menjadi sorotan tajam publik. Perusahaan tersebut diduga mengusir wartawan yang hendak melakukan konfirmasi terkait keributan akibat dugaan pemotongan gaji pekerja. Minggu (18/1)

Informasi yang dihimpun menyebutkan, keributan dipicu oleh ketidaksesuaian janji upah kepada para pekerja pembersih sarang walet. Para pekerja sebelumnya dijanjikan upah sebesar Rp100.000 per hari oleh orang kepercayaan pemilik perusahaan yang diketahui bernama Sin. Namun dalam praktiknya, para pekerja hanya menerima Rp80.000 per hari, sehingga memicu kekecewaan dan ketegangan di lokasi kerja.

Pada Sabtu (17/1/2026), wartawan Mat Terbang (Aziz) mendatangi lokasi perusahaan untuk melakukan konfirmasi dan klarifikasi atas peristiwa tersebut. Alih-alih mendapatkan penjelasan, ia justru mengalami perlakuan tidak menyenangkan.

“Saya datang secara baik-baik untuk konfirmasi terkait keributan dan dugaan ketidaksesuaian janji gaji. Namun saya malah diusir oleh pemilik perusahaan, pengawas, dan satpam,” ungkap Mat Terbang.

Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk penghalangan kerja jurnalistik dan mencederai prinsip kebebasan pers sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Wartawan memiliki hak untuk mencari, memperoleh, dan menyampaikan informasi kepada publik, terlebih menyangkut persoalan ketenagakerjaan dan kepentingan masyarakat luas.

Sikap tertutup dan represif perusahaan justru memunculkan tanda tanya besar terkait kepatuhan perusahaan asing tersebut terhadap aturan ketenagakerjaan dan hukum di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Bangkalan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengusiran wartawan maupun permasalahan perbedaan gaji pekerja.

(Mat Haris)

Lebih baru Lebih lama