PASURUAN, Seputarperistiwanews.com – MTs Negeri 2 Pasuruan menjalin kerja sama dengan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pandaan dalam program pelayanan pendidikan inklusif bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilaksanakan pada Kamis, 5 November 2026.
Kerja sama ini ditandatangani oleh Kepala MTsN 2 Pasuruan, Irvan Fauzi, S.Si., M.Pd.I., bersama Plt. Kepala SLBN Pandaan, Asmono, S.Pd. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan yang bermutu, adil, dan tanpa diskriminasi bagi seluruh peserta didik.
Kepala MTsN 2 Pasuruan, Irvan Fauzi, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan hak setiap anak tanpa terkecuali. Menurutnya, setiap peserta didik memiliki karakteristik, kebutuhan, serta potensi yang berbeda sehingga membutuhkan perhatian dan pendekatan pembelajaran yang sesuai.
"Melalui kerja sama dengan SLBN Pandaan, kami berharap MTsN 2 Pasuruan dapat semakin siap dalam memberikan pelayanan pendidikan inklusif. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan mengembangkan potensi dirinya. Perbedaan bukan menjadi penghalang bagi peserta didik untuk belajar dan meraih masa depan," ungkapnya.
Ia juga berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada penandatanganan perjanjian kerja sama, tetapi dapat diwujudkan melalui pendampingan dan peningkatan kapasitas madrasah dalam memberikan pelayanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Melalui kesepakatan tersebut, MTsN 2 Pasuruan berkomitmen mengembangkan lingkungan pendidikan yang menghargai keberagaman serta mengedepankan prinsip nondiskriminasi. Komitmen ini diwujudkan melalui penerimaan peserta didik berkebutuhan khusus, penyesuaian pembelajaran berdasarkan karakteristik dan kemampuan peserta didik, serta penerapan kurikulum yang memperhatikan bakat dan minat masing-masing siswa.
Sementara itu, SLBN Pandaan berperan sebagai sekolah mitra yang memberikan dukungan berupa informasi mengenai layanan pendidikan inklusif, bantuan asesmen apabila dibutuhkan, layanan bimbingan kependidikan, hingga konsultasi terkait penanganan peserta didik berkebutuhan khusus.
Tidak hanya itu, SLBN Pandaan juga akan berperan dalam memberikan pendampingan, fasilitasi, dan mediasi guna membantu MTsN 2 Pasuruan meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusif.
Lebih dari sekedar program pendidikan, kerja sama ini juga diharapkan mampu menumbuhkan budaya saling menghargai di lingkungan madrasah. Peserta didik dapat belajar memahami keberagaman, membangun empati, serta menciptakan lingkungan pergaulan yang saling mendukung tanpa membedakan kondisi maupun kemampuan seseorang.
Melalui sinergi kedua lembaga pendidikan tersebut, MTsN 2 Pasuruan berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih terbuka dan ramah bagi semua peserta didik. Sebab, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya.
Kerja sama ini diharapkan menjadi awal dari langkah berkelanjutan dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang memberikan ruang dan kesempatan setara bagi setiap peserta didik. (Hafiidh)


