Hattrick Berbuah Manis! UKM KPI Unhas dan Kajaolaliddong Raih Dua Gelar Terbaik 1 di Abdidaya Ormawa 2026


MAKASSAR, Seputarperistiwanews.com – Perjalanan tiga tahun Tim PPK Ormawa Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin di panggung nasional berakhir dengan sangat gemilang. Bersama mitra binaannya, Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone, tim berhasil memboyong dua piala Terbaik 1 sekaligus dari ajang Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 yang digelar di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Dua penghargaan bergengsi tersebut adalah Terbaik 1 Kategori Mitra Keberlanjutan Paling Partisipatif yang diraih oleh Desa Kajaolaliddong, serta Terbaik 1 Kategori Tim dengan Realisasi Kemitraan Terkuat yang disabet oleh Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas. Kemenangan ini sekaligus menjadi penutup manis dari torehan hattrick UKM KPI Unhas yang konsisten lolos ke Abdidaya sejak 2024.

Gelar Mitra Keberlanjutan Paling Partisipatif diberikan karena warga Desa Kajaolaliddong terbukti menjadi penggerak utama. Pemerintah desa, kelompok tani, hingga pengurus P4S Lamellong terlibat aktif sejak perencanaan, pelaksanaan, hingga masa panen program Mannennungeng. Sementara itu, predikat Realisasi Kemitraan Terkuat membuktikan bahwa tim berhasil merajut sinergi lintas sektor yang nyata bersama Dinas SDABK, Dinas TPHP, Dinas Sosial, Camat Barebbo, hingga sektor swasta dan BUMN.

Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menyebut kemenangan ini sebagai bukti nyata dari kolaborasi yang tulus. "Saya membuktikan bahwa UKM KPI Unhas mampu tampil konsisten di level tertinggi. Menyabet dua gelar Terbaik 1 ini bukan sekadar soal angka, tetapi bukti bahwa warga Desa Kajaolaliddong adalah mitra yang luar biasa dan jejaring yang kami bangun benar-benar bekerja," ujarnya bangga.

Dosen Pendamping, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., menambahkan bahwa dua penghargaan tersebut adalah buah dari rasa saling memiliki. "Inovasi teknologi Uwai Tuo, Pabbura, Warani, dan Garisi' tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan institusi dan partisipasi aktif warga. Gelar ini membuktikan bahwa ekosistem pemberdayaan yang kami bangun telah berjalan selaras," jelasnya.

Kepala Desa Kajaolaliddong, Muh. Yunus, yang langsung menerima penghargaan tersebut mengaku sangat terharu. "Ini bukan sekadar kemenangan bagi desa kami, tetapi pengakuan bahwa petani di pelosok Bone mampu menjadi contoh di tingkat nasional. Kami berkomitmen merawat apa yang sudah dirintis ini," katanya.

Senada dengan itu, Ketua P4S Lamellong, Burhanuddin, S.P., menegaskan bahwa kolaborasi ini telah mengubah wajah pertanian di desanya. "Kami diajari tidak hanya soal teknologi, tetapi juga bagaimana membangun kemitraan dan mandiri. Penghargaan ini akan menjadi penyemangat bagi petani muda untuk terus berdaya saing," tuturnya. (Aydil)
Lebih baru Lebih lama