PASURUAN, Seputarperistiwanews.com – Sebanyak 5.140 siswa dari 42 lembaga pendidikan tingkat SD, SMP, hingga SMA sederajat di Kabupaten Pasuruan mendapatkan layanan pemeriksaan golongan darah gratis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasuruan. Program yang berlangsung secara bertahap pada 12–30 Oktober 2026 ini menjadi upaya meningkatkan kesadaran kesehatan sekaligus mengenalkan pentingnya mengetahui golongan darah sejak usia sekolah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelayanan kemanusiaan yang didukung oleh Bupati Pasuruan. Dukungan pemerintah daerah tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong pelaksanaan kegiatan sosial dan kesehatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Kegiatan ini tidak hanya menyasar siswa sekolah dasar, tetapi juga menjangkau pelajar tingkat menengah pertama hingga menengah atas. Melalui program tersebut, para siswa mendapatkan kesempatan untuk mengetahui golongan darah masing-masing, termasuk sistem rhesus.
Tak berhenti pada pemeriksaan, para siswa nantinya juga akan mendapatkan kartu golongan darah yang dapat disimpan sebagai informasi kesehatan pribadi. Kartu tersebut diharapkan menjadi bekal ketika sewaktu-waktu dibutuhkan, terutama dalam kondisi darurat yang memerlukan informasi golongan darah.
Ketua PMI Kabupaten Pasuruan, H. Agus Sutiadji, S.H., M.Si., mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk edukasi kesehatan sekaligus upaya menanamkan kepedulian kemanusiaan kepada generasi muda.
"Mengetahui golongan darah sejak dini sangat penting. Informasi ini jangan hanya diketahui, tetapi juga perlu disimpan dengan baik melalui kartu golongan darah. Harapannya, ketika suatu saat dibutuhkan, baik untuk diri sendiri maupun untuk membantu orang lain, informasinya sudah tersedia," ungkapnya.
Menurut Agus, pengenalan golongan darah kepada pelajar juga menjadi bagian dari edukasi donor darah. Dengan mengetahui golongan darah sejak dini, diharapkan tumbuh pemahaman mengenai pentingnya donor darah dan semangat untuk membantu sesama ketika sudah memenuhi persyaratan usia serta kesehatan.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bentuk pemanfaatan dana Bulan Dana PMI yang bersumber dari sumbangan masyarakat. Dana yang dihimpun tersebut kembali dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, salah satunya pelayanan pemeriksaan golongan darah gratis bagi ribuan pelajar.
Agus menjelaskan, semangat Bulan Dana bukan sekedar menghimpun partisipasi masyarakat, tetapi juga memastikan kepedulian yang diberikan dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Dana yang berasal dari masyarakat ini kami kembalikan lagi manfaatnya kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Salah satunya melalui pemeriksaan golongan darah gratis bagi para pelajar. Kami berharap masyarakat bisa merasakan langsung manfaat dari kepedulian yang telah diberikan," tambahnya.
Manfaat kegiatan ini juga dirasakan langsung oleh para siswa. Salah satunya Dhulqarnain Iskandar, siswa kelas V SDN Pejangkungan I berusia 11 tahun. Ia mengaku sempat merasa takut ketika hendak menjalani pengambilan sampel darah. Namun, setelah pemeriksaan selesai, rasa takutnya berubah menjadi pengalaman baru yang menyenangkan.
"Awalnya takut, tetapi ternyata tidak seseram yang dibayangkan. Sekarang saya sudah tahu golongan darah saya O positif. Nanti kartunya mau saya simpan supaya tidak lupa," tuturnya.
Bagi Dhulqarnain, mengetahui golongan darah menjadi pengalaman baru. Kini, ia memiliki informasi kesehatan pribadi yang bisa disimpan dan diketahui oleh keluarganya.
Apresiasi juga disampaikan Khafid, wali kelas III SDN Pejangkungan I. Menurutnya, pemeriksaan golongan darah di sekolah memberikan manfaat lebih bagi siswa karena mereka tidak hanya memperoleh hasil pemeriksaan, tetapi juga mendapatkan edukasi kesehatan secara langsung.
"Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak. Mereka jadi tahu golongan darahnya sejak dini. Apalagi diberikan kartu golongan darah, sehingga informasi tersebut bisa disimpan dan diketahui sampai mereka dewasa nanti," ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi siswa, khususnya dalam mengenali kondisi kesehatan diri sendiri.
Melalui program yang menjangkau 42 lembaga pendidikan tersebut, PMI Kabupaten Pasuruan berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya mengetahui golongan darah. Informasi ini bukan hanya berguna bagi kebutuhan pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat dan edukasi kepedulian terhadap sesama.
Program ini sekaligus menjadi gambaran bahwa kepedulian masyarakat, dukungan pemerintah daerah, dan kerja kemanusiaan dapat berjalan beriringan. Dari sumbangan masyarakat, kembali untuk masyarakat melalui aksi nyata sosial dan kemanusiaan.
Sebab, mengenali golongan darah mungkin terlihat sederhana. Namun, pengetahuan tersebut dapat menjadi informasi penting yang suatu saat bermanfaat bagi kehidupan seseorang maupun orang lain. (Hafiidh)


