Pendidikan Tetap Berjalan, Tim SIBAT Ikut dalam Pertemuan Darurat di SDK Robek

Manggarai (NTT), Seputarperistiwanews.com - Di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Robek, pada Senin 31 agustus 2026, beberapa unsur terlibat dalam pertemuan darurat. 

Di tengah situasi darurat pascabencana, upaya memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan terus dilakukan. 

Tim SIBAT (siaga bencana berbasis masyarakat) desa Robek turut dilibatkan dalam pertemuan darurat bersama pihak sekolah dan unsur terkait, yaitu komite sekolah dan para orang tua murid yang berjumlah 50 orang di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Robek untuk membahas rencana keberlanjutan proses belajar mengajar bagi para siswa.

Pertemuan tersebut menjadi ruang koordinasi untuk mengidentifikasi kebutuhan sekolah serta menyusun langkah-langkah yang diperlukan agar kegiatan pembelajaran dapat tetap berlangsung dengan aman dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Yuliana Efania Dihu, selaku Kepala Sekolah SDK Robek menjelaskan bahwa tujuan pertemuan yang dilaksanakan pada hari ini adalah untuk membahas pengadaan tenda darurat sebagai akses bagi siswa-siswi dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. 

Melihat kondisi sekolah pascabencana gempa pada tanggal 15 agustus, semua fasilitas sekolah sudah tidak layak lagi digunakan, Kepala Sekolah mengharapkan adanya lembaga-lembaga yang peduli dengan keadaan sekolahnya supaya para siswa-siswi bisa mendapatkan hak untuk belajar ditengah bencana gempa bumi.

"Harapan saya sebagai kepala sekolah SDK Robek, semoga sekolah kami bisa mendapatkan bantuan berupa tenda permanen, baik dari Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun lembaga-lembaga lain yang peduli dengan sekolah kami, sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan" jelas Yuliana.

Kehadiran Tim SIBAT menjadi bagian dari dukungan berbasis masyarakat dalam merespons situasi darurat. Selain membantu koordinasi, Tim SIBAT turut memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan, kebutuhan siswa, serta lingkungan belajar yang mendukung proses pendidikan.


Dalam kondisi bencana, keberlanjutan pendidikan memiliki peran penting bagi anak-anak. Sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang untuk menjaga rutinitas, memberikan rasa aman, dan membantu anak-anak tetap mendapatkan pendampingan selama masa pemulihan.

Salah satu perwakilan dari Tim SIBAT desa Robek, Lukas Kasman menuturkan sikap peduli kemanusiaan Tim SIBAT terhadap siswa-siswi yang menjadi korban dalam bencana yang terjadi.

"Keterlibatan Tim Sibat dalam menangani bencana saat masa tanggap darurat ini adalah terpanggil dalam misi kemanusiaan, karena kami juga peduli terhadap anak sekolah yang menjadi korban bencana gempa bumi ini, kami hadir untuk membantu mendirikan tenda darurat dan selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, sehingga akses pembelajaran tetap berjalan walaupun tidak semaksimal mungkin" tutur Lukas.

Melalui kolaborasi antara pihak sekolah, Tim SIBAT, dan dukungan dari orang tua murid serta berbagai unsur terkait, diharapkan kegiatan belajar mengajar di SDK Robek dapat terus berjalan secara bertahap dan adaptif sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. 

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, anak-anak tetap memiliki ruang untuk belajar, tumbuh, dan melanjutkan cita-cita meski berada dalam situasi darurat. (Hafiidh)

Lebih baru Lebih lama