PASURUAN, Seputarperistiwanews.com — Kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di lingkungan kerja terus diperkuat. Personel Srikandi Security PT BEHAESTEX mengikuti latihan pemadam kebakaran sebagai bagian dari latihan rutin keamanan sekaligus upaya meningkatkan kemampuan menghadapi keadaan darurat.
Kegiatan berlangsung Sabtu (15/8/2026) di kawasan pabrik PT BEHAESTEX, Jalan Gunung Gangsir, Sumberjo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
Latihan tersebut melibatkan personel security dari wilayah Suwoyuwo, Jetak, Sukorejo, dan Pandaan di bawah koordinasi Koordinator Security Beny Saputra.
Srikandi Security menjadi salah satu sorotan dalam latihan tersebut. Para personel perempuan tampak antusias mengikuti pembekalan dan tahapan latihan yang diberikan. Mereka dibekali pemahaman mengenai potensi serta risiko kebakaran, langkah awal ketika terjadi kebakaran, hingga pentingnya menerapkan prosedur keselamatan secara tepat.
Bagi personel security, kemampuan menghadapi keadaan darurat bukan sekedar pelengkap tugas pengamanan. Ketika insiden terjadi, personel yang berada di lokasi menjadi salah satu pihak yang harus mampu memberikan respons awal secara cepat, terukur, dan tidak panik.
Koordinator Security PT BEHAESTEX Beny Saputra menegaskan bahwa latihan pemadam kebakaran merupakan bagian penting dari peningkatan kesiapsiagaan seluruh personel security.
“Latihan ini bukan semata untuk menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk kesiapan mental dan kedisiplinan personel dalam menghadapi situasi darurat. Kami ingin seluruh anggota, termasuk Srikandi Security, memahami langkah yang tepat, tetap tenang, mengutamakan keselamatan, serta mampu melakukan tindakan awal sesuai prosedur apabila terjadi kebakaran,” ujar Beny.
Menurutnya, kemampuan menghadapi keadaan darurat harus terus diasah melalui latihan berkala. Dengan demikian, personel tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesiapan ketika berhadapan dengan kondisi yang sebenarnya.
“Harapannya, seluruh personel semakin peka terhadap potensi bahaya, mampu melakukan pencegahan sejak dini, dan dapat bekerja sama dengan baik ketika terjadi keadaan darurat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Latihan tersebut sekaligus menjadi sarana membangun keberanian dan ketenangan personel perempuan dalam menghadapi potensi kebakaran.
Dalam situasi darurat, tindakan yang terburu-buru tanpa memahami prosedur justru dapat meningkatkan risiko. Karena itu, personel dibekali pemahaman agar mampu membedakan tindakan yang aman dan tindakan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Srikandi Security dituntut mampu mengenali potensi bahaya, memberikan respons awal, mengamankan lingkungan sekitar, serta berkoordinasi sesuai prosedur apabila terjadi keadaan darurat.
Kemampuan tersebut menjadi semakin penting dalam lingkungan kawasan industri yang memiliki berbagai aktivitas operasional dan potensi risiko yang harus diantisipasi.
Latihan pemadam kebakaran juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja.
Pengetahuan yang diperoleh tidak cukup hanya disampaikan secara teori. Latihan berulang diperlukan agar prosedur keselamatan dapat dipahami dan diingat oleh personel ketika menghadapi kondisi darurat.
Bagi Srikandi Security, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan meningkatkan kepercayaan diri dan kapasitas dalam menjalankan tugas pengamanan.
Keberadaan personel perempuan dalam sistem keamanan tidak hanya berkaitan dengan fungsi pengawasan. Mereka juga perlu memiliki kemampuan dasar menghadapi berbagai keadaan darurat yang mungkin terjadi selama menjalankan tugas.
Kebakaran dapat terjadi sewaktu-waktu dan membutuhkan respons cepat. Karena itu, kesiapsiagaan personel yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah situasi berkembang lebih besar.
Melalui latihan rutin, personel diharapkan mampu mengenali potensi bahaya sejak dini dan mengambil langkah sesuai prosedur sembari menunggu penanganan lebih lanjut oleh petugas yang berwenang.
Pengetahuan keselamatan yang diperoleh para Srikandi juga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran mengenai potensi kebakaran di rumah, tempat kerja, maupun lingkungan masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun budaya pencegahan.
Latihan di kawasan PT BEHAESTEX tersebut pada akhirnya menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi kebakaran membutuhkan keterlibatan seluruh unsur.
Srikandi Security PT BEHAESTEX bukan hanya dipersiapkan sebagai penjaga keamanan, tetapi juga dituntut memiliki kesiapan menghadapi keadaan darurat. Melalui latihan yang dilakukan secara rutin, kapasitas, keberanian, kedisiplinan, dan respons cepat personel perempuan terus diperkuat demi menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan tanggap terhadap risiko kebakaran. (Dhill-ARYA)



