Jakarta Timur, Seputarperistiwanews.com – Upaya mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD), terus dilakukan melalui kegiatan Grebek Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dalam program Mosquito-Borne Disease Prevention Program (MDPP). Kegiatan yang berlangsung di sejumlah wilayah Jakarta Timur ini mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah perkembangbiakan nyamuk dari rumah masing-masing.
Pelaksanaan Grebek PSN melibatkan berbagai unsur, mulai dari kader Jumantik, Puskesmas, Dasa Wisma, pengurus RT/RW, masyarakat hingga unsur pemerintahan setempat. Tidak hanya melakukan pemeriksaan keberadaan jentik, kegiatan juga menjadi sarana edukasi bagi warga mengenai berbagai tindakan sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah DBD.
Sebagai bagian dari peningkatan kapasitas kader, peserta yang telah mengikuti pelatihan MDPP mendapatkan sejumlah perlengkapan pendukung, di antaranya raket nyamuk, rompi, dan kartu identitas. Perlengkapan tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas kader sekaligus memudahkan masyarakat mengenali petugas saat melakukan kegiatan di lapangan.
Salah satu pelaksanaan Grebek PSN berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026, di RW 05 Kelurahan Balekambang. Kegiatan tersebut melibatkan kader Jumantik, Puskesmas Kelurahan Balekambang, Dasa Wisma, warga serta unsur kewilayahan.
Dalam kegiatan tersebut, warga kembali mendapatkan pemahaman mengenai penerapan 3M Plus. Langkah 3M meliputi menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup tempat penyimpanan air dengan rapat, serta mendaur ulang atau menggunakan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Sementara itu, langkah Plus dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti penggunaan larvasida atau abate, memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan losion antinyamuk, menanam tanaman yang dapat membantu mengusir nyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah. Pesan pencegahan tersebut turut diperkuat melalui pemasangan poster dan spanduk edukasi di lingkungan masyarakat.
Grebek PSN pada hari yang sama juga digelar di RW 06 Kelurahan Pekayon mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan diarahkan pada pemeriksaan kondisi rumah warga sekaligus pembersihan lingkungan untuk mengurangi tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang dan tempat berkembang biaknya nyamuk.
Kegiatan kemudian dilanjutkan di RW 07 Kelurahan Pekayon selama Agustus 2026. Selain pemeriksaan jentik, kader dan masyarakat juga mendapatkan penguatan informasi melalui media edukasi berupa poster dan spanduk yang mengajak warga menerapkan 3M Plus secara konsisten.
Dalam setiap kegiatan, kader Jumantik memiliki peran penting dalam melakukan pemantauan lingkungan. Pemeriksaan dilakukan pada sejumlah tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk, seperti bak mandi, ember, talang air, vas bunga, serta berbagai wadah penampungan air.
Pemantauan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pemberantasan sarang nyamuk tidak cukup dilakukan ketika ada kegiatan Grebek PSN. Pencegahan perlu menjadi kebiasaan yang dilakukan masyarakat secara rutin di lingkungan tempat tinggal.
Melalui program MDPP, pendekatan pencegahan dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Kegiatan tidak hanya diarahkan pada pemeriksaan jentik dan penyampaian informasi, tetapi juga mendorong munculnya kesadaran dan kebiasaan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan.
Ketua PMI Kota Jakarta Timur, Bambang Pangestu A., S.E., M.M., menekankan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam pengendalian penyakit yang ditularkan melalui nyamuk.
“Yang paling penting bukan hanya kegiatan Grebek PSN-nya, tetapi apa yang dilakukan masyarakat setelah kegiatan selesai. Ketika warga mulai terbiasa memeriksa tempat penampungan air, membersihkan lingkungan, dan menerapkan 3M Plus, di situlah upaya pencegahan benar-benar berjalan,” ujar Bambang Pangestu A.
Menurutnya, keberadaan kader Jumantik bersama unsur masyarakat menjadi penting karena mereka berinteraksi langsung dengan lingkungan tempat tinggal warga.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga membangun kebiasaan. Poster dan spanduk menjadi pengingat, pemeriksaan jentik menjadi langkah awal untuk melihat kondisi lingkungan, namun perubahan terbesar terjadi ketika seluruh warga bersama-sama menjaga lingkungannya setiap hari,” tambahnya.
Melalui Grebek PSN dalam program MDPP, PMI Kota Jakarta Timur bersama para mitra terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk. Sinergi antara kader Jumantik, warga, tenaga kesehatan, Dasa Wisma dan unsur kewilayahan diharapkan dapat memperkuat penerapan 3M Plus sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehat.
Pencegahan DBD pada akhirnya tidak hanya bergantung pada satu kegiatan. Lingkungan yang sehat dibangun melalui kepedulian dan kebiasaan baik yang dilakukan secara bersama-sama, rutin, dan dimulai dari rumah masing-masing. (Hafiidh)



