PASURUAN, Seputarperistiwanews.com – Penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, terus diperkuat. Memasuki Selasa (11/8/2026), upaya pengendalian api dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur TNI, BPBD, kepolisian, pengelola kawasan, Perhutani, Satpol PP hingga relawan masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap operasi penanganan kebakaran, Kodim 0819/Pasuruan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) ke kawasan terdampak. Kendaraan tersebut digunakan untuk memperkuat upaya pemadaman yang sebelumnya dilakukan BPBD Kabupaten Pasuruan bersama unsur terkait.
Pengerahan Damkar Kodim menjadi bagian dari langkah cepat TNI untuk membantu mengendalikan titik api sekaligus mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran di kawasan konservasi.
Sejumlah personel Kodim 0819/Pasuruan bersama Polsek Tosari, Satpol PP Kecamatan Tosari, BPBD Kabupaten Pasuruan, relawan masyarakat, TNBTS dan Perhutani bergerak dalam satu koordinasi untuk melakukan pemantauan kondisi lapangan dan penanganan terhadap area yang terdampak.
Dandim 0819/Pasuruan Letkol Inf Boga Bramiko, M.Han., terus memantau perkembangan situasi. Ia menegaskan, TNI siap memberikan dukungan maksimal selama proses penanganan kebakaran berlangsung.
“Kami dari Kodim 0819/Pasuruan siap mendukung penuh upaya penanganan kebakaran di kawasan TNBTS. Pengerahan satu unit Damkar ini merupakan bentuk kepedulian dan kesiapsiagaan TNI untuk membantu BPBD serta seluruh unsur yang berada di lapangan,” tegasnya.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, perhatian penanganan diarahkan pada sejumlah titik yang dilaporkan mengalami kebakaran, di antaranya kawasan TNBTS Blok Mungal/Punggung Naga serta kawasan TNBTS Pusung Duwur, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari.
Kondisi geografis kawasan pegunungan menjadi salah satu faktor yang membuat penanganan kebakaran membutuhkan koordinasi dan kehati-hatian. Karena itu, pemantauan terhadap perkembangan api tidak hanya berorientasi pada pemadaman, tetapi juga pada pencegahan agar kobaran tidak menjalar ke kawasan lain.
Sinergi antarlembaga menjadi faktor penting. Personel di lapangan harus mampu menyesuaikan langkah penanganan dengan kondisi medan, arah perkembangan api serta aspek keselamatan personel.
Dalam situasi tersebut, keberadaan Damkar Kodim 0819/Pasuruan menjadi tambahan kekuatan operasional bagi tim gabungan yang berada di lokasi.
Keselamatan Personel Jadi Prioritas. "Dandim menegaskan bahwa proses penanganan tidak boleh mengabaikan keselamatan petugas maupun masyarakat sekitar".
“Yang paling utama adalah keselamatan personel dan masyarakat. Kita terus bersinergi, memantau perkembangan api dan mengambil langkah yang diperlukan agar kebakaran tidak semakin meluas serta kawasan tetap dapat dikendalikan dengan baik,” pungkas Boga.
Penanganan kebakaran di TNBTS kini tidak hanya menjadi persoalan pemadaman titik api, tetapi juga bagaimana seluruh unsur mampu menjaga agar dampak kebakaran tidak berkembang lebih luas.
Dengan dukungan personel, kendaraan pemadam, pemantauan lapangan dan koordinasi lintas instansi, upaya pengendalian terus dilakukan hingga situasi benar-benar dapat dipastikan aman dan terkendali.
Pendim-ARYA
