KKN STIT Bangil dan Lazismu Perkuat Pendidikan Qur'ani untuk Markaz Tahfidz Ar Riyadh


Pasuruan, Seputarperistiwanews.com - Komitmen mendukung pendidikan Al-Qur’an terus diwujudkan melalui kolaborasi Kelompok KKN 2026 STIT Muhammadiyah Bangil bersama Lazismu Kabupaten Pasuruan. Kedua pihak menyalurkan bantuan berupa 50 buku Iqra kepada Markaz Tahfidzul Qur’an Ar Riyadh Bangil sebagai upaya memperkuat sarana pembelajaran bagi para santri. Selasa (2/6)

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bahren Maskati yang mewakili Lazismu Kabupaten Pasuruan kepada Ustadzah Farah selaku pengelola Markaz Tahfidzul Qur’an Ar Riyadh. Kegiatan tersebut turut didampingi Faruqi Firdaus dari Kelompok KKN STIT Muhammadiyah Bangil.

Bantuan buku Iqra tersebut disambut positif oleh pihak pengelola Markaz Tahfidz. Mereka mengapresiasi dukungan yang diberikan karena dinilai dapat membantu proses pembelajaran membaca Al-Qur’an sekaligus meningkatkan motivasi belajar para santri.

Dalam kesempatan yang sama, rombongan juga meninjau langsung aktivitas belajar mengajar di Markaz Tahfidz Ar Riyadh. Saat ini, lembaga pendidikan Al-Qur’an tersebut membina sekitar 72 santri yang terbagi ke dalam enam kelas aktif.

Dalam proses pembelajaran, lembaga ini menerapkan Metode Tabarak, yaitu metode menghafal Al-Qur’an yang dirancang khusus untuk anak usia dini dan balita oleh pakar tahfiz internasional asal Mesir, Syeikh Dr. Kamil El Laboudy. Metode ini mengedepankan pendekatan yang menyenangkan, interaktif, dan tidak membebani anak, sehingga mampu menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini. Untuk mendukung efektivitas pembelajaran, kegiatan mengaji juga didukung media berbasis teknologi berupa televisi layar lebar.

"Markaz Tahfidz Ar Riyadh Bangil menerapkan Metode Tabarak karya Syeikh Dr. Kamil El Laboudy untuk membentuk generasi Qur’ani sejak usia dini melalui pembelajaran yang menyenangkan dan efektif."

Tidak hanya fokus pada pengembangan metode pembelajaran, Markaz Tahfidz Ar Riyadh juga terus meningkatkan fasilitas pendidikan. Saat ini pembangunan lantai dua tengah berlangsung, sementara lantai pertama telah digunakan secara penuh untuk mendukung kegiatan belajar para santri.

Perwakilan KKN STIT Muhammadiyah Bangil menyampaikan bahwa kegiatan sosial dan pendidikan tersebut merupakan bagian dari kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung penguatan pendidikan keagamaan di Kabupaten Pasuruan.

Kolaborasi antara KKN STIT Muhammadiyah Bangil dan Lazismu Kabupaten Pasuruan diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam mencetak generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an. (Reza)
Lebih baru Lebih lama