Lombok, Seputarperistiwanews.com --Warga pesisir Lombok Utara dihebohkan dengan penemuan benda misterius berukuran besar di tengah laut oleh nelayan pada Senin (6/4/2026).
Benda tersebut, yang awalnya diduga sebagai bahan peledak, sempat menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat sekitar. Namun, setelah pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan bahwa benda itu bukanlah bahan peledak melainkan sebuah radar yang kemungkinan telah terlepas ke laut.
Pada awal penemuan, bentuk dan ukuran benda tersebut yang tidak biasa membuat warga khawatir. Kekhawatiran ini semakin menguat karena potensi benda tersebut yang bisa berbahaya.
Menyikapi hal ini, aparat setempat segera merespons dengan cepat dan melakukan pengecekan untuk memastikan keselamatan warga.
Tim berwenang yang turun melakukan pemeriksaan memastikan bahwa benda itu bukan bahan peledak, yang akhirnya meredakan kepanikan warga.
Setelah diketahui bahwa benda tersebut adalah radar, proses evakuasi segera dilakukan oleh Tim Gegana Lombok Utara dengan pengamanan ketat.
Radar tersebut kemudian dibawa ke Pos Angkatan Laut (AL) Bangsal, Kecamatan Pemenang, untuk penanganan lebih lanjut. Dengan kondisi yang aman, radar ini kini berada di bawah pengawasan pihak berwenang untuk menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan.
Ke depan, radar yang ditemukan di tengah laut ini akan dipindahkan ke pangkalan TNI AL di Kota Mataram untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam terkait asal-usul dan fungsinya.
Proses investigasi ini diharapkan dapat memberikan jawaban terkait bagaimana radar tersebut bisa berada di laut dan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini.
Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait bagaimana radar tersebut bisa sampai di tengah laut.
Masih belum ada penjelasan mengenai apakah radar tersebut hilang dari kapal tertentu atau ada faktor lain yang menyebabkan benda tersebut berada di perairan Lombok Utara.
Peristiwa ini mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman di sekitar mereka, namun juga menunjukkan kecepatan dan ketepatan aparat dalam menangani situasi yang bisa memicu kepanikan. (Fandi)
