Hujan dengan intensitas tinggi yang mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB menyebabkan debit air meningkat drastis. Air dengan cepat meluap ke permukiman warga dan merendam ruas jalan vital, terutama di wilayah Kecamatan Beji dan sekitarnya.
Sejumlah desa dilaporkan terendam dengan ketinggian air bervariasi. Warga menyebut air masuk ke rumah-rumah hanya dalam hitungan menit setelah hujan deras mengguyur. Kondisi ini diperparah oleh sistem drainase yang tidak mampu menampung volume air, sehingga genangan meluas dengan cepat.
Dampak paling signifikan terlihat pada arus lalu lintas. Jalur dari Bangil menuju pusat kota Pasuruan mengalami kemacetan panjang. Banyak kendaraan roda dua mogok setelah nekat menerobos banjir, sementara kendaraan roda empat terpaksa melaju sangat lambat karena kondisi jalan yang tergenang dan licin.
Sejumlah pengendara mencoba mencari jalur alternatif, namun kepadatan tetap tidak terhindarkan. Aktivitas masyarakat pun terganggu, termasuk distribusi barang yang ikut tersendat akibat akses jalan yang lumpuh.
Di tengah kondisi tersebut, sebagian warga memilih bertahan di rumah sambil mengamankan barang berharga ke tempat lebih tinggi. Hingga sore hari, hujan masih turun di beberapa titik dengan intensitas sedang hingga tinggi, meningkatkan risiko banjir susulan.
Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Warga di daerah rawan genangan diminta segera melakukan langkah antisipasi, sementara pengendara diingatkan untuk tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang.
Banjir ini kembali menjadi alarm serius bagi kesiapan infrastruktur di Pasuruan. Jika curah hujan tinggi terus berlanjut, bukan tidak mungkin dampak banjir akan semakin meluas dan melumpuhkan aktivitas warga dalam beberapa hari ke depan. (G10)
