Pasuruan, Seputarperistiwanews.com — Milad Muhammadiyah ke-113 jadi ajang aksi nyata. Bukan sekedar perayaan, momentum ini dimaknai sebagai gerakan menanamkan nilai hidup bersih dan peduli lingkungan. Sabtu pagi (22/11), siswa IPM Kids Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil turun langsung melakukan aksi pungut sampah dan bersih-bersih di area sekolah serta lingkungan sekitar.
Dengan kantong sampah sederhana, anak-anak bergerak menyusuri sudut-sudut halaman, mengumpulkan sampah yang tercecer. Keceriaan mereka menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa tumbuh dari langkah kecil yang dilakukan bersama.
Koordinator kegiatan, Nur Azizah, S.Pd, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar bersih-bersih, melainkan pendidikan karakter.
“Kami ingin anak-anak terbiasa peduli dan bertanggung jawab terhadap kebersihan. Jika konsisten, kebiasaan kecil ini akan memberi dampak besar bagi lingkungan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Sekolah, Marisa Izzah, S.Pd., M.Pd., yang menekankan pentingnya membangun kesadaran sejak dini.
“Gerakan kecil hari ini adalah investasi besar bagi masa depan. Kami ingin generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” terangnya.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Beberapa mengaku baru menyadari bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas sekolah, tetapi kewajiban bersama. Dukungan guru dan warga sekitar semakin menegaskan bahwa gerakan ini adalah bagian dari budaya hidup sehat dan bermasyarakat.
Melalui aksi sederhana ini, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil menegaskan komitmennya membangun generasi berkarakter: peduli lingkungan, berjiwa sosial, dan berlandaskan nilai keislaman. Milad Muhammadiyah ke-113 pun menjadi pengingat bahwa kebiasaan baik, bila ditanam sejak dini, mampu menyelamatkan lingkungan sekaligus masa depan bangsa.
Muhammad Ali Reza
