Sejak pagi, antusiasme peserta terlihat jelas. Mereka menyimak materi yang mencakup dasar-dasar jurnalistik, etika media, teknik pengambilan gambar, wawancara, hingga editing foto dan video. Seluruh sesi dikemas interaktif, memberi kesempatan bagi peserta untuk langsung mempraktikkan pembuatan liputan singkat.
Waka Kesiswaan MTsN 2 Pasuruan, Nano Kurniawan, menegaskan pentingnya peran jurnalistik sebagai garda terdepan penyebaran informasi positif di madrasah. “Jurnalis adalah ekstra yang penting di madrasah, tetapi kontennya harus diperhatikan agar tidak menjerumuskan pada hal-hal negatif. Dengan pelatihan ini, peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk kepentingan madrasah,” ujarnya.
Koordinator Ekstrakurikuler Jurnalistik, Ema Khafidhotur Q, menambahkan bahwa keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat langsung diimplementasikan.
“Pelatihan ini akan membantu peserta menghasilkan berita yang lebih baik, baik dari segi penulisan, fotografi, maupun videografi,” jelasnya.
“Tanpa jurnalis, sebesar apa pun kegiatan, tidak akan tampak dan hanya menjadi peristiwa saja. Pelatihan ini menjadi bekal awal peserta untuk melakukan peliputan,” katanya.
Kesan mendalam juga datang dari Gisni Regina D, Ketua Jurnalistik MTsN 2 Pasuruan.
“Seru banget, ini tahun pertama pelatihan dilakukan di luar sekolah. Dari pelatihan ini saya jadi tahu banyak hal tentang media sosial dan bagaimana konten bisa menarik perhatian masyarakat,” ungkapnya.
Pelatihan ini menjadi warna baru dalam proses pembinaan jurnalistik di MTsN 2 Pasuruan. Pihak madrasah berharap lahirnya jurnalis muda yang mampu mengemas informasi secara profesional, kreatif, dan tetap menjaga citra positif madrasah. Program ini juga dipandang sebagai langkah awal menuju pembinaan jurnalistik berkelanjutan.
Hafid - Arya

