Pasuruan, Seputarperistiwanews.com — Momen haru turut mewarnai rangkaian Milad Muhammadiyah ke-113 yang digelar di Perguruan Muhammadiyah Bangil, Sabtu (22/11). Salah satu penampilan yang paling menyentuh datang dari siswa inklusi SMP Muhammadiyah 2 Bangil (Spemdaba) yang membawakan lagu “Jangan Menyerah”.
Dengan penuh keberanian, siswa inklusi naik ke atas panggung dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Suasana menjadi hening ketika alunan lagu mulai terdengar, diikuti tepuk tangan meriah dan mata yang berkaca-kaca dari para penonton, termasuk guru, wali murid, serta warga persyarikatan yang hadir.
Penampilan tersebut bukan hanya sebuah persembahan seni, tetapi juga menjadi perjuangan, semangat pantang menyerah, serta komitmen Spemdaba dalam mendampingi siswa berkebutuhan khusus untuk terus berkembang.
Guru pendamping menyampaikan bahwa latihan telah dilakukan dengan penuh kesabaran dan kegigihan. “Mereka sangat antusias. Setiap hari mereka berlatih dan ingin menunjukkan bahwa mereka juga mampu tampil percaya diri di depan banyak orang,” ujarnya.
Kepala SMP Muhammadiyah 2 Bangil, Baligh Hamdi, turut memberikan apresiasi besar terhadap penampilan tersebut. “Kami sangat bangga dengan anak-anak inklusi. Mereka membuktikan bahwa setiap anak memiliki kemampuan luar biasa jika diberikan kesempatan dan dukungan. Penampilan mereka hari ini mengingatkan kita untuk terus merawat semangat di lingkungan sekolah,” ungkapnya.
Acara Milad Muhammadiyah ke-113 tahun ini pun menjadi lebih istimewa dengan hadirnya momen penuh inspirasi tersebut. Lagu “Jangan Menyerah” yang dibawakan siswa inklusi Spemdaba menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki potensi besar yang perlu didukung, diarahkan, dan dirayakan.
Penonton memberikan apresiasi luar biasa dengan tepuk tangan panjang sebagai bentuk penghormatan atas keberanian dan kerja keras para siswa. Haru dan bangga menjadi dua perasaan yang paling kuat terasa pagi itu
Didik - M. Ali Reza
